default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Gus Hilmi : Aswaja dan Mnifestasi Islam Ratifikatif

Gus Hilmi : Aswaja dan Mnifestasi Islam Ratifikatif
Keislaman
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

NWDI Online. Com - Gerakan Intelektual terus digagas oleh Pemuda NWDI Lombok Tengah, kali ini bertempat di Ponpes Daarul Husaini Sanggeng Praya Tengah, Ketua terpilih, Gus Hilmi berbagi pengetahuan dengan Kader-kader Muda HIMMAH NWDI Loteng di acara Wahana Pengkaderan I (WAPA I). 

WAPA Sendiri adalah satu kegiatan khusus bagi Kader-Kader Mahasiswa yang berfungsi untuk memperkenalkan bakcground dan Garis-Garis besar Haluan Organisasi.

Materi yang disampaikan Gus Hilmi kali ini Bermuara pada I’tiod Ahlussunnah Wal Jamaah. dalam penjelasannya, Gus Hilmi memberikan satu stressing point.

“Bermazhab adalah representasi keyakinan tentang keraguan terhadap kapasitas ijtihad yang kita miliki,” ungkapnya saat menyampaikan materi, Ahad (17/10/2021). 

Dalam pandangannya, Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah paling tidak memiliki 3 setting sosial-teologis yang melatarbelakanginya, pertama pertanyaan dasar tentang Firqoh Najiyah (golongan yang selamat), kedua Justifikasi Aswaadul A’dzom (kelompok mayoritas). Ketiga isu sosial tentang wasathiyah (Moderasi). 

"Ketiga pertanyaan dasar ini, semuanya bermuara pada konsep-konsep yang dijelaskan dalam Al-Quran dan al-Hadits. Dua konsep yang pertama menjelaskan I’tiqod Teologis dan yang terakhir menjelaskan I’tiod sosiologis,” tegasnya. 

Dengan gaya orasi yang Ilmiah membuat peserta WAPA I HIMMAH NWDI Loteng terlihat antusias dan memunculkan pertanyaan.

Sakdiyah salah seorang peserta mempertanyakan mengenai apa yang harus diambil dari sejarah munculnya I'tiqod Ahlussunnah Wal Jamaah ini?” 

Dalam penjelasannya Gus Hilmi menjawab dengan santai, salah satu nilai penting dari sejarah I’tiod Ahlussunnah waljamaah ini adalah dinamika Intelektual itu tidak bisa dihindari, kita tahu bahwa akidah Imam Hasan As’ari dan Abu Mansur Al Maturidi muncul ditengah pertikaian keilmuan antara Qodariyah dan Jabbariyah, lalu Mereka muncul dengan tawaran metodologi berfikir yang rekonsiliatif untuk menjembatani.

”Jadi memang kita harus menjadi kader yang mendamaikan, jangan ikut memperburuk situasi, yang NW teruslah beramaliyah, begitupun NWDI," singgungnya.

Dalam sesi terakhirnya, Gus Hilmi menjelaskan bahwa I’tiod Ahlussunnah wal jamaah adalah manifestasi Islam yang ratifikatif. 

“saya fikir, I’tiod Ahlussunnah wal jamaah ini telah mewakili keterjawaban atas 3 pertanyaan diatas, Aqidah Asyariyin, Fiqih Imam Syafii, dan tasawuf imam gozali dan Junaed Al-bagdadi. (red).

Editor : Amaq Auliya


  • Tags
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar