default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Ketua PD NWDI Loteng Hadiri Perayaan Maulid Nabi di Ponpes Darul Husaini NWDI Sanggeng

Ketua PD NWDI Loteng Hadiri Perayaan Maulid Nabi di Ponpes Darul Husaini NWDI Sanggeng
Ke-NW-an
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

NWDI Online. Com - Ketua Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PD NWDI) Kabupaten Lombok Tengah, TGH. Habib Ziadi Tohir, M.Pd didampingi Ketua Majlis Dakwah PD NWDI, TGH. L. M. Adam dan Lajnah LAZIS, Ust. Kariawan, QH, M.Pd menghadiri perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Ponpes Darul Husaini NWDI Sanggeng, Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Pembina Ponpes Darul Husaini H. Ahsan Husen, Ketua Yayasan H. Sulthon, dewan guru, perwakilan santri/wati, tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta para dewan guru.

Dalam sambutannya, Pembina Ponpes Darul Husaini, H. Ahsan Husen mengatakan rasa bangganya pada program pondok yaitu tahfiz dan konsentrasi kitab kuning.

"Namun, kebanggaan ini belum full. Karena setiap event lomba, saya belum mendengar perwakilan Darul Husaini juara," ungkapnya.

Meski begitu lanjutnya, apa yang telah di ikhtiarkan oleh pengurus dan dewan guru dianggapnya lebih baik ketimbang anak didik nantinya keluyuran kesana kemari akibat tidak di pondokkan.

Menurutnya, dengan menyerahkan anak ke pondok akan mengurangi bahkan menghilangkan beban orang tua yang khawatir akan nasip masa depan anaknya yang tidak rajin menjalankan agama.

"Jika bapak/ibu khawatir anaknya tidak rajin solat, puasa, dan lain-lain, solusinya adalah mondok," tegasnya.

Sementara itu, TGH. L. M. Adam dalam uraian singkat Pengajian Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, menceritakan kisah Nabi yang menolong seekor kijang.

Menurutnya, Nabi SAW selain sebagai kekasih Alloh (Habibulloh), Nabi juga merupakan Rahmatan Lil Aalamiin (Rahmat bagi sekalian alam).

Diceritakannya, ketika Rasulullah berada di padang pasir, tiba-tiba ada suara yang memanggilnya.

 "Assalamualaik Yaa Rasulullah!" 

"Assalamualaik Yaa Habiballoh!"

Maka beliau pun menengok ke arah suara itu berasal. Tetapi tidak terlihat apa-apa. 

"Kemudian beliau menengok ke arah lainnya, ternyata di sana ada seekor kijang dalam keadaan terikat," tuturnya.

Kijang itu berkata, "Wahai Rasulullah, mendekatlah kepada saya." Maka Rasulullah berjalan mendekatinya. "Ada perlu apa?" ujar beliau.

Kijang itu menjawab, "Saya mempunyai dua anak yang masih kecil di gunung itu. Karenanya, saya mohon kepada engkau untuk melepaskan saya sehingga saya bisa memberikan air susu saya pada mereka. Setelah itu, saya akan kembali lagi ke sini."

"Apakah janjimu bisa dipegang?" ujar Nabi. Kijang itu pun menjawabnya, "Jika saya tidak menepatinya, maka Allah akan mengadzab saya dengan adzabnya orang yang memungut."

Setelah dilepaskan tali ikatannya, kijang itu bergegas pergi demi menyusui kedua anaknya. Tidak lama kemudian, ia kembali lagi ke tempatnya. Maka Rasulullah langsung mengikatnya seperti semula.

Kemudian seorang Arab badui, pemilik kijang itu, datang dan menyapa Rasulullah. "Wahai Rasulullah, apakah engkau menginginkannya?" Beliau menjawab, "Ya. Aku ingin kamu segera melepaskannya."

Maka si badui itu langsung melepaskannya. Dan kijang itu pun lari sambil berkata, "Saya bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya engkau adalah Rasulullah." (HR. Al-Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib dan Abu Nu'aim dalam Dala' il An-Nubuwwah).

"Itulah bukti Nabi SAW, sebagai rahmatan lil aalamiin," tandas Pimpinan Ponpes Manbaul Bayan NWDI Lingkung Muncan Kopang tersebut mengakhiri tausiahnya.

Selanjutnya acara diakhiri dengan pembacaan zikir dan Doa Pusaka yang dipimpin oleh TGH. Habib Ziadi Tohir. (red/Amaq Auliya).


  • Tags
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar