default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

PD NWDI Loteng Gelar Tadarus Ilmiah Untuk Mengasah Intelektualitas Pengurus

PD NWDI Loteng Gelar Tadarus Ilmiah Untuk Mengasah Intelektualitas Pengurus
Ke-NW-an
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

NWDI Online. Com – Untuk mengasah intelektualitas anggota Pengurus Daerah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Banom, dan pengurus pondok pesantren serta kepala madrasah dilingkup Pengurus Daerah NWDI Lombok Tengah, Majlis Pendidikan PD NWDI Lombok Tengah menggelar Tadarus Ilmiah dengan mendatangkan pemateri dari Pulau Batam, yakni Dr. KH. Zaenal Setiawan, Lc. MA  dengan mengangkat tema “Strategi Pengembangan Pesantren dan Majelis Taklim”, yang berlangsung di NWDI Center Praya Lombok Tengah, Selasa (16/11/2021).

Dalam sambutannya ketua panitia pelaksana TGH.FATHI DIKLA menyampaikan bahwa kita perlu mencontoh saudara-saudara kita yang ada di NU dan Muhammadiyah yang menurutnya kedua ormas islam tersebut besar karena mereka haus dengan ilmu.

“Tadarus ilmiah ini adalah hajatan kita untuk mentradisikan hal-hal positif sehingga bisa menjadi tradisi, sehingga Giroh kita terhadap ilmu smakin besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PD NWDI Lombok Tengah, TGH. Habib Ziadi Thahir menyambut dengan hangat kedangan DR. KH. Zaenal Setiawan, Lc., MA. Kemudian memperkenalkannya kepada hadirin, dan berharap kedatangannya bisa memberi inspirasi.

“Beliau adalah dosen di salah satu universitas di Batam dan Singapura. Alhamdulillah, pada hari ini beliau menyempatkan diri hadir di tengah-tengah kita,” paparnya.

“Semoga di acara ini, beliau bisa membawa angin segar bagi  NWDI di Loteng ini dan menambah semangat kita dalam mengelola pondok pesantren,” harapnya lebih lanjut.

Dijelaskannya, bahwa sebelum hari ini, PD NWDI juga pernah menggelar acara yang sama namun saat itu masih belum dilantik dan lewat zoom.

“Tadarus ilmiah yang pertama itu kita adakan di bulan Ramadhan bersama TGB dengan zoom metting. Pada waktu itu, pembahasaanya tentang pemikiran Prof. DR. Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Alhasani, sekaligus menghaulkan beliau, doakan beliau, yang mana pada wktu itu kami di Pengurus Daerah NWDI belum dilantik dan terbentuk, namun dari para kader banyak memberikan masukan-masukan untuk melakukan muzakarah walaupun belum di lantik. Tapi Alhamdulillah bisa kami laksanakan,” jelasnya.

Lebih jauh, Mahasiswa Program Doktoral UIN Mataram ini memeparkan kondisi NTB pada umumnya dan Lombok Tengah pada khususnya yang menjadi tuan rumah even-event bertaraf nasional hingga internasional yang akan digelar, hal tersebut menjadi peluang dan tantangan tersendiri bagi pondok pesantren dalam menghadapi hal tersebut.

“Dan mungkin nanti kita bisa melaksanakan muzakarah-muzakarah membahas hal-hal yang krusial dalam permasalahan keumatan dan kedaerahan, karena hususunya di Lombok akan menjadi destinasi internasional seperti Batam kita ambil contoh karena kita baru mulai dari industri pariwisata, maka kita harus banyak-banyak belajar juga karena disana banyak indistri-industri internasional. Yang mana Batam dan Lombok ini sama-sama pulau kecil, tapi mobilitas masyarakat dan ekonomi jauh lebih maju Batam.” “Sehingga kita perlu masukan-masukan dari beliau, bagaimana mengelola pondok pesantren, majelis taklim juga supaya bisa berkembang,” paparnya.

DR. KH. Zaenal Setiawan Lc., MA dalam penyampainya  pengembangan pondok pesantren ini supaya bisa mempersiapkan diri bagi santri-santri dalam tantangan perkembangan zaman.

“Dikalangan santri ini di didik untuk selalu berjiwa tolong menolong, tidak manja dan disiplin. Karena biasanya aturan dalam pondok terkait waktu sudah di tentukan, seperti bangun jam berapa, makan jam berapa sampai terkadang waktu istrahat juga diatur, sehingga ruang untuk manja itu tertutup,” jelasnya.

Dalam pondok pesantren  itu ungkapnya lebih lanjut, juga ada yang membahas ilmu umum tidak semua pesantren itu membahas tentang keagamaan, supaya setelah lulusnya nanti bisa mempunyai ijazah. Karena pada zaman saat ini harus mempunyai ijazah seperti sekolah umum lainnya.

“Selain itu juga banyak dari kalangan santri setelah lulus dari pondok pesantren mereka berkerja di perusahaan, menjadi pebisnis dan lainnya, sehingga di pondok pesantren ini bisa memberi warna. Karena tidak semua yang lulus di pondok pesantren ini menjadi kiyai ataupun tuan guru, namun lebihnya disini ketika menjadi pebisnis ya menjadi pebisnis yang soleh, jikapun jadi polisi, ataupun tentara namun nilai-nilai santrinya selalu di bawa.

“Kita sebagai guru atau pendidik di pondok pesantren harus menanamkan Ta’limul Muta’allim kepada santri/wati, karena adab itu sangat perlu dan diutamakan, sehingga ketaatan itu bisa selalu di bawa setelah selesai dri pondok pesantren,” tandasnya. (red/Ndi).

Editor : Amaq Auliya


  • Tags
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar