default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

TGB Ajarkan 1.300 Maba ITS Moderasi Beragama

TGB Ajarkan 1.300 Maba ITS Moderasi Beragama
Tokoh
Dr. TGB. KH. M. Zainul Majdi Lc MA usai memberikan cinderamata buku kepada beberapa mahasiswa baru ITS dalam Pelatihan Spiritual dan Kebangsaan (PSB) 2022 di Graha Sepuluh Nopember ITS_dok. ITS News.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

NWDI Online. Com – Surabaya, Senin 1 Agustus 2022, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI) TGB. Dr. M. Zainul Majdi, MA menghadiri undangan Institut Sepuluh November (ITS) untuk memberikan kuliah umum kepada 1.300 mahasiswa baru tentang moderasi beragama.

Mengutip ITS News.com, Ulama yang sering disapa TGB ini menyampaikan di hadapan 1.300 maba ITS, moderasi beragama merupakan hal yang penting tetapi perlu adanya usaha dalam menerapkannya. Apalagi para maba ini hadir dengan berbagai latar belakang masing-masing.

“Sehingga perlu memahami bagaimana menangani sesuatu sesuai dengan tempatnya,” ujarnya mengingatkan, seperti dikutip NWDI Online dari ITS News.com, Selasa (2/8/2022).

Oleh karena itu, imbuh TGB, di sinilah pentingnya posisi moderasi beragama yang baik dan benar. Menurut mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, moderasi atau orang yang moderat adalah sikap orang yang menangani segala sesuatu dengan proporsional. Dalam hal ini, yang dimaksud proporsional adalah harus berlandaskan prinsip adil dan berimbang sesuai dengan latar belakang tersendiri.

Adapun tiga bentuk moderasi yang ditekankan oleh TGB antara lain adalah Muamalah yaitu hubungan antarmanusia atau hablum minannas. Bentuk ini meliputi hubungan sosial, teknologi, ekonomi, dan sebagainya. Pada bentuk ini, hubungan tersebut haruslah dapat dikembangkan tetapi harus sesuai dengan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Maka menjadi mahasiswa yang unggul merupakan salah satu penerapan moderasi beragama,” tegasnya.

Kemudian, ada pula bentuk Akidah yaitu, mempercayai kepada rukun iman dalam Islam. Akidah sendiri merupakan landasan ajaran yang berfungsi menyelamatkan seseorang dari keyakinan-keyakinan yang menyimpang. Terakhir ada bentuk Ibadah, TGB mengungkapkan bahwa bentuk ini tidak bisa diubah ataupun dikembangkan.  Hal ini karena meliputi prinsip yang telah ditetapkan seperti halnya salat.

Lulusan magister Universitas Al-Azhar, Mesir ini mengungkapkan, dengan luasnya keragaman di Indonesia, perlu usaha ekstra dalam menerapkan moderasi beragama. Hal ini dapat terwujud jika dibawa dengan semangat dan usaha maksimal dan optimal. TGB memaparkan, terdapat perbedaan ketika menerapkannya secara optimal dan maksimal.

“Maksimal adalah ketika berorientasi kepada hasil, sedangkan optimal adalah ketika proses,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ketua Organisasi Islam Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia itu menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang membangun bukanlah merusak. Menerapkan moderasi beragama merupakan langkah awal dalam menanamkan komitmen menjadi pribadi yang berakhlaq dan berintelek.

"Tetap berprioritas untuk memberikan kebaikan ke lingkungan sekitar," ujarnya memotivasi. (red).


  • Tags
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar